Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bekuk Jaringan Narkotika Batam-Aceh dan Jakarta

Hukum dan Kriminal
26
0
sample-ad

Edisi.co.id – Selama 3(tiga) bulan terakhir ini Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap 37 perkara tindak pidana narkotika (penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika) dengan 44 (empat puluh empat) tersangka dan total barang bukti, Shabu 2,386,34 gram, Extacy 102 butir dan Ganja 72,2 gram, serta Psikotropika H-5 Happy Five (erimin) 80 butir. Hal ini diungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold E.P Hutagalung, hari ini Sabtu (30/11/2019) ketika menggelar konferensi pers di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Turut hadir Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Emerich Simangunsong.
Selanjutnya AKBP Reynold EP Hutagalung melalui Kasat Narkoba AKP Emerich Sumangunsong mengatakan,

“apabila barang bukti tersebut beredar, maka berpotensi akan merusak 9.903 (sembilan ribu sembilan ratus tiga) orang. Diantara 37 perkara tersebut, ada beberapa kasus yang menonjol antara lain, kasus Jakarta-Bandung dengan barang bukti, seberat 77,46 gram dan 102 butir Extacy, serta 80 butir Psikotropika jenis H-5 Hapy Five di Cianjur dan Bandung (hasil pengembangan) tanggal 12 Oktober 2019 dengan tersangka inisial JH dan FH serta pengendalai darinlapas Bancey inisial RM,RN,dan DR. Pengungkapan kasus Narkoba jenis Shabu seberat 234 gram di Setia Budi Jakarta Selatan hasil pengembangan tanggal 14 Oktober 2019 dengan tersangka inisial RS dan terkahir pengungkapan jaringan Aceh-Batam di terminal Pelni pada tanggal 28 November 2019 dengan inisial JS.” Kata AKP Emerich Sumangunsong.

Untuk kasus jaringan Batam-Aceh dan Jakarta tempat kejadian perkara di Terminal Penumpang Pelni Tanjung Priok.

“Mudus operadinya denga menempelkan Narkoba di celana dalam area kemaluan, hal ini diketahui ketika ingin melalui pemeriksaan Sinar X Ray tersangka menghindar dan melarikan diri. Tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20(dua puluh) tahun atau denda paling sedikit 1 M Rupiah dan paling banyak 10 M Rupiah ditambah 1/3 (sepertiga).” Pungkas AKP Emerich Sumangunsong.(Ihm)

Facebook Comments

POST A COMMENT.