Berita Bisnis

PT Sunindo Adipersada Tbk Harapkan Potensi Ekspor ke Amerika Serikat Meningkat Pasca Kemenangan Joe Biden

 

Edisi.co.id – Jakarta, Seperti prediksi banyak pelaku bisnis, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dinilai masih akan terus berlangsung. Namun, yang membedakan Joe Biden dengan pendahulunya adalah penerapan kebijakan yang lebih konsisten. Hal ini yang diharapkan oleh para pelaku bisnis untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negara Amerika Serikat tersebut.

Perang dagang yang sudah terjadi antara Amerika Serikat dan China sejak 2018 ini membuka peluang pasar yang besar di industri mainan anak-anak. Dilihat dari data riset yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat, disampaikan bahwa China menguasai pasar mainan anak-anak sebesar USD 26,7 milyar. Sementara itu, Indonesia baru menguasai USD 280 juta pasar mainan anak-anak di Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan pasar yang bisa diperebutkan 95x lebih besar. Dapat dibayangkan potensi maupun peluang pasar yang dapat dimanfaatkan oleh para produsen mainan anak-anak di Indonesia, khususnya PT Sunindo Adipersada Tbk. (TOYS).

PT Sunindo Adipersada Tbk adalah salah satu dari sedikit perusahaan mainan anak-anak dari Indonesia yang siap untuk meningkatkan output dan memperluas jaringan ekspor di Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat dari kesiapan PT Sunindo Adipersada dalam standarisasi dan kepemilikan sertifikasi yang lengkap untuk memasuki pangsa pasar di Amerika. Diantaranya seperti ICTI, NBCU, PA, ASTM dan lain sebagainya. PT Sunindo Adipersada Tbk sendiri sudah melakukan ekspor karena memiliki jaringan yang cukup kuat di Amerika. Sekitar 30 persen dari nilai penjualan PT Sunindo Adipersada Tbk didapatkan dari Amerika Serikat dan Kanada.

Indonesia sendiri, sebenarnya merupakan negara dengan basis untuk produksi mainan anak-anak yang kuat. Sebelum China menguasai pasar, Indonesia sudah terlebih dahulu mengembangkan basis produksinya. Sehingga dari kesiapan infrastruktur dan skill labour, Indonesia lebih unggul dibandingkan dengan negara-negara penghasil mainan anak-anak lainnya. Hal ini disebabkan oleh karena dari awal tahun 1990-an basis produksi ini sudah dipindahkan dari negara Barat ke Jepang atau Korea dan lalu mulai dikembangkan ke Indonesia. Sementara basis produksi di negara China baru mulai di kembangkan di sekitar tahun 2000-an.

Melihat dampak perang dagang terhadap China saat ini, maka produsen China akan mencari tujuan negara lain untuk memasarkan barang-barang over supply.

CEO PT Sunindo Adipersada Tbk, Iwan Tirtha, menyampaikan tidak merasa khawatir akan bersaing dengan produk-produk China untuk pasar di luar Amerika Serikat seperti Eropa maupun Asia. Ia pun menambahkan bahwa produk-produk ekspor PT Sunindo Adipersada sudah dikenal sebagai produk dengan kualitas high-end, dengan design yang realistis sehingga tidak perlu khawatir ada penurunan demand dari market yang kemungkinan dibidik oleh China.

“Secara kualitas, produk-produk PT Sunindo Adipersada memiliki kualitas dan design yang lebih baik dan sangat bersaing dengan produk dari China,” kata Iwan Tirtha dalam keterangan persnya, Rabu (18/11/20).

Sejak pertengahan tahun ini sampai dengan sekarang, pihak PT Sunindo Adipersada Tbk menyebutkan sudah begitu banyak prospek baru khususnya dari Amerika. Banyak klien dari Amerika yang sudah mulai melakukan penjajakan dan dalam waktu dekat berpotensi melakukan pemesanan ke PT Sunindo Adipersada Tbk. (Ihm)

Leave a Comment