Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN ke-18:Indonesia Dorong Penguatan Fasilitasi Perdagangan dan Implementasi Revolusi Industri 4.0

BeritaRegional
45
0
sample-ad

Edisi.co.id  – Indonesia mendukung penguatan dan keberlanjutan prioritas
ekonomi ASEAN di masa Keketuaan Thailand tahun 2019, khususnya di bidang fasilitasi
perdagangan serta kesiapan negara anggota ASEAN dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Hal tersebut disampaikan Ketua Delegasi RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI,
Airlangga Hartarto, pada Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic
Community Council) ke-18 di Bangkok, Thailand, Kamis (31 Okt).
Pertemuan ini mengawali rangkaian Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35
yang akan dihadiri oleh Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dan mitra pada 2–4 November
2019. Menko Perekonomian RI didampingi oleh Menteri Perdagangan RI bersama para
Menteri ASEAN Economic Community (AEC) Council bertemu terlebih dahulu untuk
membahas penyelesaian dan capaian sejumlah agenda penting ASEAN dalam rangka
integrasi ekonomi 2025, untuk dilaporkan kepada Kepala Negara/Pemerintahan.
Agenda utama yang dibahas, yaitu: (i) perkembangan capaian prioritas ekonomi ASEAN di
masa keketuaan Thailand tahun 2019 yang mengangkat tema “advancing partnership for
sustainability”; (ii) konsep pelaksanaan Mid-Term Review (MTR) AEC dalam upaya memonitor
perkembangan capaian prioritas ekonomi AEC Blueprint 2025; (iii) evaluasi efektivitas proses
kerja AEC, dan (iv) renaca kerja sama ASEAN dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Para Menteri AEC mengesahkan penyelesaian 10 dari 13 Priority Economic Deliverables, salah
satunya yaitu ASEAN Digital Integration Framework Action Plan (DIFAP) 2019-2025. Ini
merupakan rencana aksi yang diperlukan untuk memajukan dan mengatasi hambatan
integrasi digital di ASEAN, yakni konektivitas dan akses, ekosistem keuangan, perdagangan,
tenaga kerja, dan ekosistem bisnis. Indonesia mencatatkan secara khusus tentang pentingnya
pengoperasian ASEAN Single Window dicapai pada akhir tahun ini karena akan dapat
melancarkan penyampaian dokumen ekspor dari negara pengekspor ke negara tujuan
ekspor. Para Dewan AEC juga mencatat bahwa penyelesaian secara substansial perundingan
Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akan diumumkan oleh para Kepala
Negara/Pemerintahan pada KTT RCEP ke-3 pada 4 November 2019

“Pertemuan mencatat capaian yang sangat signifikan telah dilakukan oleh ASEAN khususnya
di pilar ekonomi dalam menyelesaikan target-target yang mendukung penguatan fasilitasi
perdagangan dan mempersiapkan ASEAN menghadapi revolusi industri 4.0 pada tahun 2019
ini”, ujar Mendag.
AEC Council juga mencatat kemajuan yang telah dijalankan oleh badan sektoral AEC dalam
mewujudkan AEC Blueprint 2025. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan ASEAN yang semakin
terintegrasi sebagai pasar tungal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang kompetitif,
pengembangan ekonomi yang merata, dan kawasan yang terintegrasi dengan perekonomian
global.(Ihm)

sample-ad

Facebook Comments

POST A COMMENT.