Berita Pendidikan

Kisruh PPDB, Sekjen Komnas PA: Membentuk Manusia Unggul Itu dari Prestasi Bukan dari Umur

 

Edisi.co.id – Beberapa hari ini para orang tua, terutama ibu-ibu terdengar banyak mengeluh terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dinilai kontroversial, menurut mereka PPDB yang diterapkan oleh pemerintah tidak adil dan diskriminasi dimana ada peraturan yang menyatakan peserta didik baru untuk kelompok usia yang lebih tua mendapatkan prioritas untuk masuk ke sekolah baru.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melalui Sekjennya Dhanang Sasongko memberikan tanggapan terkait kekisruhan yang terjadi dalam pelaksanaan PPDB. Menurut Dhanang, pasal 25 ayat 2 kenapa harus umur yang dijadikan seleksi terakhir, kenapa tidak nilai saja. Berarti sistem ini tidak sesuai apa yang dicanangkan pemerintah untuk membentuk manusia yang unggul dari segi prestasi bukan unggul dari segi umur. Sistem ini juga tidak sejalan dengan semangat untuk merdeka belajar.

“Anak-anak tidak bisa bersaing tentang umur, kalau bersaing dengan prestasi nilai sah-sah saja. Kalau bicara tentang seleksi pasti menggunakan prestasi angka atau nilai bukan prestasi umur anak.” Ujar Dhanang, Jumat (26/6/2020).

Ditambahkan lagi, kalau sistem ini masih digunakan untuk kedepannya, ini akan menjadikan presden buruk buat bangsa ini, anak-anak tidak akan semangat belajarnya. Peraturan selalu berubah-ubah dan tidak jelas. Jangan setiap tahun terkait PPDB ada perubahan, ketika peraturan sebelumnya sudah baik maka jalankan saja dan perbaiki jika ada sedikit kesalahan. Bukan dibuat masalah yang baru.

“Terkait perubahan sistem ini masyarakat banyak yang kecewa. Anak-anak banyak yang sedih dan menangis atas aturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Bagaimana tidak, mereka sudah belajar, berjuang dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai yang terbaiknya. Tetapi berjuangan dan usaha mereka tidak dihargai karena umur.” Imbuh Dhanang.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah lebih menghargai umur yang lebih tua untuk dapat diterima disekolah yang dituju. Itu boleh saja, tetapi seharusnya tidak mengecewakan anak-anak yang selama ini sudah berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.

Mereka bercita-cita untuk bisa masuk berlanjut pendidikannya untuk bisa membantu orang tuanya. Dengan nilai yang bagus maka akan mudah sekolahnya, tetapi nilai tinggi pada saat ini tidak berlaku.

Hati-hati pemerintah jangan sampai anak-anak tidak lagi mempunyai motifasi untuk belajar dan meraih prestasi. Setiap tahun PPDB selalu saja ada masalah dan peraturan terkait umur ini tidak disosialisasikan jauh-jauh hari, tetapi baru beberap bulan menjelang anak-anak PPDB. Ditambah suasana pandemic Covid-19 ini mereka sangat kecewa dengan adanya peraruran baru ini.

“Tolong berikan solusi, bagi anak-anak yang tidak mampu dan mempunyai nilai baik dan anak itu dekat dengan sekolah. Mau dibawa kemana mereka?,” Tanya Dhanang, mengakhiri keterangannya.

Reporter: Henry Lukmanul Hakim

Editor: Ilham Dharmawan

Leave a Comment