Berita Pendidikan

Kerjasama dengan Sosiologi UPI, SMP Prima Cendekia Islami Gelar Seminar Bertema “Sekolah Digital; Dimasa Pandemi Covid-19”

 

Edisi.co.id, Bandung – Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami bekerjasama dengan Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Baleendah, menggelar Seminar bertema “Sekolah Digital; Sekolah di Masa Pandemi Covid-19”. Seminar itu digelar hari Senin tanggal 12 April 2021 di Aula SMP Prima Cendekia Islami, Baleendah Kabupaten Bandung.

Seminar terbatas itu, diikuti oleh guru-guru di Kecamatan Baleendah. Tampil dalam seminar dengan protokol kesehatan yang ketat itu, para pembicara yakni Prof. Dr. H. Dadan Wildan, M. Hum, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara; Hj. Siti Komariah, Dra., M. Si., Ph. D, Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia, dan Beni Saputro, S. Pd., M. Pd., Kepala Sekolah SMP Prima Cendekia Islami.

Prof Dadan Wildan menyebutkan bahwa di perempat pertama abad ke-21, umat manusia menghadapi disrupsi peradaban. Era ini ditandai dengan hadirnya gelombang Revolusi Industri 4.0, kecerdasan buatan (artificial intellegence), dan internet untuk segalanya. Revolusi Industri 4.0 dan digitalisasi telah memunculkan peran-peran baru yang mendisrupsi fungsi-fungsi tradisional.

“Untuk menghadapi itu semua, dalam bidang pendidikan diperlukan paradigma pembelajaran yang seirama dengan perkembangan teknologi di abad 21. Arah inovasi pembelajaran menjadi krusial, dimana belajar tidak lagi ditentukan oleh waktu dan tempat. Materi belajar juga beragam, dan merujuk pada aneka pengalaman. Metode belajar pun dilakukan dengan pendekatan individual sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan beragam jejaring digital dan sumber pembelajaran,” ucap Prof Dadan Wildan.

Lebih lanjut Prof Dadan menjelaskan, jika para guru masih mengajar dengan cara-cara konvensional, akan ditinggalkan. Karenanya, para guru diharapkan dapat mengembangkan metode-metode pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan jaman agar menarik, dan materi pembelajaran dapat diterima dengan mudah. Para guru bisa mengembangkan video tutorial, forum diskusi online, hingga pembuatan dan penggunaan aplikasi pembelajaran.

Sementara itu, Siti Komariah, Ph. D. mengemukakan pentingnya penguatan karakter di era digital dan disrupsi peradaban. Anak anak milenial yang berada di tengah arus peradaban global, harus tetap memiliki landasan keagamaan yang kuat, karakter yang kukuh, dan kepribadian bangsa yang mantap.

“Penguatan karakter, sangat esensial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hilangnya karakter akan menyebabkan hilangnya generasi penerus bangsa, karena karakter berperan sebagai kemudi dan kekuatan agar tidak terombang ambing di era global yang sangat dinamis,” tutur Siti Komariah.

Karakter tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dibangun dan dibentuk untuk melahirkan bangsa yang unggul dan bermartabat. Pepatah mengatakan, satu-satunya di muka bumi ini yang tidak dapat dibeli, adalah karakter. Kata kata bijak lain menyatakan, ketika kekayaan hilang, sesungguhnya tidak ada yang hilang. Ketika kesehatan hilang, baru ada sesuatu yang hilang. Namun, ketika karakter hilang, maka hilanglah segala galanya.

“Beni Saputro, yang juga kepala SMP Prima Cendekia Islami menampilkan langkah srategis dari sekolah di era digital. Menurutnya sekolah harus beradaptasi dengan perkembangan jaman. Karena itu, sekolah harus menyiapkan infrastruktur teknologi informasi terkini, guru yang melek digital dengan kemampuan berinovasi dalam pembelajaran, serta suasana sekolah yang menyenangkan,” pungkas Beni. (Hlh)

Leave a Comment