Berita Ekonomi

Industri Mainan Anak Edukatif Terpuruk Akibat Pandemi Covid-19, Ketum APMETI: Bantuan Pemerintah Terhadap Buruh Harian Sangat Diperlukan

 

Edisi.co.id – Saat ini wabah covid 19 tidak hanya berdampak pada bidang kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat, tetap juga melemahkan sektor industri di tanah air, termasuk industri mainan anak yang banyak dikelola oleh industri kecil dengan mempekerjakan masyarakat dengan upah harian.

Penyebab pelemahan ini adalah adanya pembatasan kegiatan diuar rumah, sehingga minim sekali orang melakukan transaksi pembelian mainan, toko banyak yang tutup, sekolah tidak aktif, dan juga dari sisi bahan baku yang sulit diakses.

Ketua Umum Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia Dhanang Sasongko, mengatakan bahwa kalau kondisi tidak kunjung membaik sampai 3 bulan ke depan, kemungkinan banyak indutri mainan yang bangkrut dan tutup, dikarenakan kesulitan berproduksi dan berjualan. Sabtu (4/4/2020).

Ditambahkan oleh Dhanang saat ini utilitasi produksi hanya mencapai 20-30% saja, berarti ada penUrunan produksi sekitar 70 % lebih. Bahkan ada beberapa PO dibatalkan dengan adanya kondisi seperti ini.

Sementara produksi hanya untuk pemesan langsung saja, tidak lagi berani untuk stok karena akan mempengaruhi cashflow

Dan kita berlakukan kerja bergantian, agar sebagian karyawan masih bisa mendapatkan penghasilan. Kita menerapkan juga physical distancing di lingkungan kerja sesuai protokol kesehatan

Dhanang Sasongko sebagai Ketua Asosiasi mewakili para anggotanya, berharap pemerintah bisa membantu melalui pemberian bantuan langsung dalam bentuk sembako atau lainnya kepada para pekerja harian yang terdampak untuk bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, memberikan stimulasi pendanaan agar masih bisa terus berproduksi dengan protokol yang sudah ditentukan.

 

Reporter: Henri Lukmanul Hakim

Editor: Ilham Dharmawan

Leave a Comment