Berita Seni dan Budaya

Empat Kesenian Betawi Telah Terdaftar sebagai Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Provinsi DKI Jakarta

 

Edisi.co.id –  29 Juli 2020. Di hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan telah berlangsung kegiatan penandatangan MoU Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Provinsi DKI Jakarta.

Acara ini merupakan hasil kerja bareng antara Kemenhumham Kanwil Provinsi DKI Jakarta, Dinas kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).

Penandatanganan MoU-nya dilakukan antara Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dengan Kemenhumham Kanwil DKI Jakarta. Iwan Henry Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kemenhumham Kanwil DKI Jakarta untuk Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan dari LKB sebagai pendamping dalam acara ini diwakili oleh Imbong Hasbullah, Sekjen LKB.

Ada empat kesenian yang dicatatkan dalam MoU ini. Empat kesenian itu adalah ekspresi budaya tradisional Rebana Hadroh, silat Cingkrik, tari Zapin Betawi, dan silat Tiga Berantai.

Dengan adanya pencatatan ini, diharapkan tak ada daerah/negara lain yang mengklaim empat seni dari Betawi ini sebagai bagian dari keseniannya.

Imbong Hasbullah dari LKB menuturkan, dengan adanya pencatatan ini, “Seniman Betawi menjadi lebih percaya diri dalam berkarya. Seniman jadi tidak takut dibajak dan diklaim milik orang atau negara lain.”

Tahap awal didaftarkan empat kesenian di atas. Apa alasan pemilihannya? Hal ini lantaran keempat kesenian itu sudah memiliki kelengkapan data informasi yang dibutuhkan dan berbagai pertimbangan lainnya. Ke depannya akan ada banyak kesenian Betawi yang akan didaftarkan ke Kemenhumham Kanwil DKI Jakarta.

Penulis: Rachmad Sadeli

———-
Tentang Empat Kesenian Yang Terdaftar Sebagai Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Provinsi DKI Jakarta:

1.Rebana Hadroh. Dari sisi ukuran, rebana hadroh lebih besar dari rebana ketimpring, diameter rebananya rata-rata 30 cm. Biasa dipakai untuk mengiringi syair-syair dari kitab Diwan Hadroh. (Sumber: Buku Ikhtisar Kesenian Betawi, DKI Jakarta).

2. Silat Cingkrik. Di Betawi sebutan silat adalah maen pukulan. Maen pukulan Cingkrik berasal dari Rawa Belong, Jakarta Barat. Diciptakan oleh Ki Maing setelah menganati gerakan seekor kera. (Sumber buku: Maen Pukulan Pencak Silat Khas Betawi, karya GJ Nawi).

3. Tari Zapin. Zapin adalah tari pergaulan yang biasanya diiringi musik gambus. Biasa ditarikan pria secara berpasang-pasangan. (Sumber: Buku Ikhtisar Kesenian Betawi, DKI Jakarta).

4. Silat Tiga Berantai. Aliran Tiga Berantai terdiri atas tiga aliran besar ilmu silat: Si Macan, Si Tembak, dan Si Karet. Salah satu ahli warisnya adalah Haji Ateng Abdulrahim (1885-1970). Murid dari perguruan ini telah berhasil jadi juara nasional kategori seni. Dua orang murid itu adalah Eko Wahyudi dan Uwais Qorni (Iko Uwais) yang kerap mendapat undangan untuk pentas di ajang silat internasional. (Sumber: www.tigaberantai.com).

Leave a Comment