Berita Daerah Polhukam

Datangi Gedung DPRD Riau, Ketua GMMK Riau: Tolak dan Hapus RUU HIP agar Pancasila Sebagai Ideologi Negara Terlindungi

 

Edisi.co.id – Ratusan orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam mendatangi Gedung DPRD Riau, Jumat (26/6) siang. Kedatangan masa tersebut untuk mengkritik pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di DPR RI.

Penolakan RUU HIP ini karena kekhawitaran akan kembalinya faham komunis di Indonesia. Ia pun memberikan sorotan atas hilangnya TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 dalam RUU tersebut. Hal ini dikatakan Ketua Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau Yana Mulyana dalam orasinya didepan Gedung DPRD Riau, Jumat (26/6/2020).

Begitu rapinya mereka bekerja di tengah pandemi COVID-19 ini.

“Patut kita bersyukur kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengendus rencana jahat ini. Kita akan menolak rancangan undang-undang itu,” ujarnya.

Adapun TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 memuat ketentuan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan PKI sebagai organisasi terlarang, termasuk larangan menyebarkan paham komunisme, Marxisme, dan Leninisme.

Yana menyerukan agar RUU tersebut tidak diproses lebih lanjut, supaya Pancasila sebagai ideologi negara terlindungi.

“Kita takut Corona tapi lebih takut negeri kita dikuasai antek-antek komunis,” ucapnya.

Unjuk rasa kali ini juga mendapat dukungan dari Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR). Hal itu ditandai dengan hadirnya Ketua FKPMR, Chaidir, di tengah kerumunan masa pendemo. Chaidir sendiri sebelumnya menyatakan FKPMR menolak RUU HIP, lantaran RUU tersebut dianggap menganggu tatanan hidup masyarakat Riau.

“Kebijakan maupun politik hukum yang bertentangan dengan Islam dan ajaran Islam merupakan ancaman terhadap eksistensi Melayu,” pungkas Yana yang juga Penasehat PW Persis Riau.

Reporter – Foto: Henry Lukmanul Hakim
Editor: Ilham Dharmawan

Leave a Comment