Berita Pendidikan

9 Butir Pernyataan Sikap Poros Pelajar Tingkat Pusat Terkait Kondisi Pendidikan di Tengah Pandemi

 

Edisi.co.id – Menyikapi pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi saat ini yang dinilai tidak ada sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah   Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat memberikan pernyataan sebagai berikut:

1. Indonesia dibangun atas dasar kesatuan dari Sabang sampai Merauke dengan beragam Ras, Suku, Budaya dan Agama sehingga pendidikan merupakan amanah konstitusional yang harus di benahi terlebih dahulu. Pendidikan adalah hak semua manusia di Indonesia, bukan semata-mata mereka yang memiliki uang saja yang bisa mendapatkan akses pendidikan, tetapi mereka yang miskin dan berada dikawasan 3T perlu dan wajib mendapat pendidikan.

2. Pemerintah Pusat yg dalam hal ini Kemendikbud harus terjun langsung dalam melindungi dan menjaga anak-anak termasuk mendapat akses pendidikan baik secara tatap muka maupun daring, khusus ditengah wabah covid-19 perlu diingat tidak semua daerah mendapatkan akses dan ketersediaan internet maupun gawai, hal ini harus diprioritaskan agar tidak terjadi kesenjangan yang nyata antara anak daerah dan perkotaan karena seluruh anak-anak di Indonesia memiliki hak yang sama untuk sekolah.

3. Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat mendesak KEMENDIKBUD mencari solusi pembelajaran yang sekarang menelantarkan anak-anak yang termarjinalkan, yang tidak punya laptop dan gawai untuk akses pembelajaran.

4. Kami Organisasi Poros Pelajar Tingkat Nasional mengingatkan kepada pemangku kebijakan yang dalam hal ini pemerintah pusat untuk lebih fokus dalam memperbaiki nasib pendidikan di Indonesia.

5. Kami Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat menekankan arti pentingnya pendidikan karakter dan pendidikan yang berpihak kepada pelajar serta pemerintah harus hadir ditengah anak-anak bukan persoalan fasilitas tetapi berbentuk kepedulian dan memberikn hak serta kewajiban terhadap anak.

6. Mengutuk keras lambatnya gerak KEMENDIKBUD dalam mengatasi kesenjangan pendidikan yang terjadi di Indonesia.

7. Kepada KEMENDIKBUD agar bisa fokus dalam membangun pendidikan ditengah pandemi Covid- 19.

8. Kami Poros Pelajar Indonesia mengecam keras kebijakan Kemendikbud yang sangat tidak tepat sasaran ditengah Pandemi Covid-19 ini seperti progam POP serta lebih baik dana tersebut di alokasikan bagi pelajar dan guru-guru honorer yang terdampak.

9. Terkhusus Kemendikbud untuk mengkaji ulang sejarah organisasi besar Indonesia yang selama ini terus fokus dalam mencerdaskan Bangsa Indonesia yang jauh sebelum negara ini merdeka.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, semoga hal ini menjadi salah satu percikan cahaya kebaikan bagi pendidikan di Indonesia, serta membangun kesadaran bagi kita semua untuk menekankan arti pentingnya perlindungan hak-hak anak/pelajar untuk menuntut ilmu. (Hlh/Rls)

Leave a Comment