Berita Opini

💞Lebih Mesra di Masa Pandemi 💞(Bag-2)

 

Peran Suami

▪pemimpin

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ وَٱلَّٰتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِي ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًاۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيّٗا كَبِيرٗا

_“Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (pria) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (pria) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka dari itu, wanita yang salihah ialah yang taat kepada Allah subhanahu wa ta’alaagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka, dan jauhilah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Jika mereka menaati kalian, janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”_ (An Nisa: 34)

وعن بن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلّم قال: كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعيّتِهِ, والأميرُ راعٍ, والرّجُلُ راعٍ على أهلِ بيتِهِ, والمرأةُ رَاعِيَّةٌ على بيتِ زوجِها وَوَلَدِهِ, فكلّكم راعٍ وكلّكم مسئولٌ عنْ رَعِيَّتِهِ. (متفق عليه)

_Dari Ibn Umar ra. Dari Nabi saw, beliau bersabda : “ Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang isteri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya.Kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungtawaban atas kepemimpinan kalian”._ (HR. Bukhari dan Muslim)

Pemimpin yang dimaksud adalah pemimpin dalam artian pengayom bukan pemimpin diktator yang hanya mau di layani saja. Pemimpin pengayom adalah:
● Memberikan nafkah lahir yang proporsional dan tidak pelit. Suami adalah pemimpin sebagai panglima maka istri adalah wakil sebagai pengatur. Proporsional disini diartikan juga bahwa ia berusaha maksimal mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
● Memberikan nafkah batin dan memahami perasaan. Karena :
– Wanita diciptakan dominan perasaan (membutuhkan suami romantis)
– perasaan itu adalah karunia (bila tiada maka dunia akan kelabu).
– rasa diperhatikan, akal dan budinya lebih kuat.
Ketika wanita diperhatikan perasaannya maka mereka akan memberikan sesuatu yang terbaik.
● komunikatif
– Kuantitas dan kualitas “Bukan karena hal penting kita berbicara tapi berbicara itu adalah hal penting”.
– Berbagi cerita dan pengalaman
Seorang istri selalu ingin dihargai (diapresiasi) begitupun dengan anak – anak. Sedangkan suami selalu ingin dihormati. Sering – seringlah lah bercerita kepada anak – anak tentang aktifitas kita agar ketika dibutuhkan , mereka bisa memberikan dukungan untuk aktifitas kita.
● Aspiratif
– Mendengar aktif (mendengar keluhan atau masalah)
– Empati ( bagaimana kita terbawa dengan apa yang mereka rasakan)
– Fokus dan memberi solusi ( empati penting tapi jangan berhenti sampai di situ akan tetapi fokus pada masalah dan cari solusi)
● Mu’asyarah bil ma’ruf

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

_Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak._ (An Nisa : 19)

Baca juga

💞Lebih Mesra di Masa Pandemi💞 (Bag-I)

Pergauli mereka dengan sesuatu yang pantas dan cocok untuk mereka. Minimal ditekankan pada 3 hal:
1). Tidak kasar
Baik secara verbal maupun fisik. Kadang kasar pada perkataan lebih menyakitkan. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
خيركم خيركم لاَهله و اَنا خيركم لاَهلي
_”Sebaik – baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku”_

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِيْ جَارَهُ، وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْئٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.

_“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menganggu tetangganya, dan berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, maka engkau mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berbuat baiklah kepada wanita.”_ (HR.Bukhari)

Dari Aisyah, Nabi bersabda:

إِنَّالرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

_“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”_ (HR. Muslim)

2). Tidak abai
Artinya jangan semua boleh tapi jangan juga semua tidak boleh. Jangan sampai kita abai karena bisa fatal. Tidak mengapa sekali – kali kita menegur dengan lembut. Mungkin di awal akan terasa sulit tapi insya Allah akan baik hasilnya kedepan.
3). Suka membantu
Sebagaimana yang dilakukan oleh nabi dan para sahabat yang senantiasa membantu pekerjaan istrinya. Nabi menjahit pakaiannya sendiri begitupula dengan sahabat Ali bin Abi Thalib yang selalu membantu pekerjaan istrinya fathimah.
Ketika berbicara madzhab fiqh sebagian mengatakan bahwa pekerjaan rumah tangga itu bukan kewajiban istri.

Berlanjut…

Leave a Comment